Terjebak di pulau bangka

Berencana langsung menuju ke pulau Bleitung dari Bangka dengan menggunakan kapal ternyata gagal, sesampainya di pelabuhan saya dan niki diberitahu bahwa tidak ada kapal yang berangkat hari itu dikarenakan cuaca buruk. Kamipun langsung bingung dan memutuskan ke pusat kota sembari memikirkan kelanjutannya. Sempat berfikir kami akan menyebrang menggunakan pesawat tetapi harga tiket pesawat yang jauh lebih mahal dari tiket pesawat Jakarta-bangka. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam disini, setelah mengelilingi kota bangka untuk mencari hotel akhirnya kami mendapatkan hotel yang murah, 75 ribu untuk semalam. Lalu kami menyewa sepeda motor di tempat kami menginap seharga 60 ribu dan kami langsung menuju pantai yang berada di selatan kota Pangkal Pinang.

IMG_6265 IMG_6259

 

Pemandangan sepanjang perjalan hanya hutan dan padang alang-alang yang tinggi saja,sesekali ada pemukiman penduduk dan tidak ada SPBU hanya ada bensin eceran yang berada di pinggir jalan. Setelah 1 jam perjalanan sampailah kita di pantai, dengan membayar 4 ribu rupiah kami mulai menyelusuri pantai yang panjang ini.

IMG_6285 - Copy IMG_6286

Di sini banyak sekali tempat makan dan tempat karaoke, karna siang jadi suasana disini sepi. Mungkin karena ini pantai pertama yang kami kunjungi, kami sangat semangat sekali berlarian kesana kemari memainkan air laut. Karena air sedang surut jadi kami dengan leluasa berlarian hingga ke batuan yang berada di tengah.

IMG_6302 - Copy IMG_6304 IMG_6296 IMG_6291

Malemnya mengelilingi kota Pangkal Pinang menjadi pilihan buat kami, di persimpangan jalan mata saya tertuju pada burung-burung walet yang berbaris di atas kabel. Saya rasa itu jumlahnya ratusan, ini hal baru buat saya pribadi, sangat keren dan saya terus berfikir kenapa itu burung walet banyak menghinggap di kabel itu sampai akhirnya saya sadar kalau burung itu mengeluarkan kotoran, saya langsung lari dan ternyata memang banyak kotoran di bawahnya.

IMG_6714 IMG_6715 IMG_6718 

Alun-alun kota Pangkal Pinang malam itu ada pasar malam, suasananya sama seperti pasar malam pada umumnya yang membadakan mungkin hanya pada jajanannya saja, otak-otak dan juga martabak bangka  menjadi makanan utama disini. Yang saya heran disini adalah tidak adanya anak remaja kota Pangkal Pinang, padahal malam minggu.

IMG_6311 IMG_6321

IMG_6328 IMG_6336

Keesokan harinya saya langsung mencari informasi tentang kapal yang menyebrang ke pulau Belitung, tetapi pihak kapal belum bisa menjanjikan keberangkatan kapal beberapa hari dekat ini, sampai akhirnya hari ke 4 saya di pulau Bangka ini ada kapal yang menyebrang ke pulau belitung.

Ternyata bukan kami saja yang tertahan di pulau Bangka ini, banyak juga orang yang ingin ke pulau Belitung higga terjadi pembludakan penumpang di hari itu, setelah membeli tiket kami kebagian di tingkat 3. Selama perjalanan memang ombak sangat besar, di pertengahan jalan beberapa kali kapal sempat mesin mati, semua penumpang panik dan ada juga yang sudah memakai pelampung mengantisipasi keadaan kapal yang bisa jadi terbalik. Saya langsung panik ketika ada cipratan ombak dari sisi samping, karena posisi saya di lantai 3 tetapi ombak masih sampai ke lantai 3 itu berarti ombaknya memang sangat besar. Penumpang semakin kacau, banyak yang muntah dimana-mana, dilorongpun ada beberapa penumpang yang terkapar di lantai dan muntah. Semua orang sudah tidak peduli lagi akan lingkungan sekitar semua orang berdoa dan merangkul anak-anaknya.

7 jam perjalanan dari pulau Bangka ke pulau Belitung lamanya, sampai di pulau Belitung jam 8 malam dan kami sangat senang karna sudahmenginjak daratan. Dan saya mulai berfikir saya bisa meninggal dimana saja dan kapan saja.

 

BagusPrasetyoS  //  @tyosukmaa