caving at goa buniayu (day1)

Caving atau menyelusuri  goa adalah olahraga baru atau bisa dibilang tantangan tersendiri buat saya, ya apalagi saya belum pernah mencobanya. Saya mencoba caving di goa buniayu tepatnya di kota sukabumi bersama forum national geographic Bandung dan juga Jakarta. Goa buniayu ini adalah goa terpanjang di asia tenggara. Setibanya di tempat kami disuguhi dengan hutan yang asri, udara segar serta adanya lutung yang meloncat dari pohon satu ke pohon yang lainnya, ya ini memang alam yang indah. Tak lama berselang kamipun di hidangkan poci khas kota Sukabumi dan teh hangat, hmm menambah sempurnanya siang itu.

525923_197190323737625_896938357_n

Setelah rombongan jakarta tiba kami mulai saling mengenal satu sama lain dan di tambah pengarahan dari pengelola goa buniayu tentang sejarah dan cerita goa tersebut. Setelah makan siang kamipun langsung bersiap-siap memasuki goa pertama yaitu goa landak disini kita langsung masuk semua menyelusuri goa ini, dimana-mana banyak stalatmit dan stalaktit beragam pula ukurannya ada yang mencapai 30 cm, stalakmit dan stalaktit ini tumbuh 1 inchi tiap tahunnya. Wah sudah berapa tahun ini umurnya ya, lebih jauh saya melangkah lebih sering saya menemukan keindahan ditambah ada sungai didalamnya.

IMG_2417

IMG_2286

IMG_2306

 

Di tengah perjalanan semua senter dimatikan dan semua orang diam hanya suasana menjadi sunyi dan asri hanya suara kucuran air saja yang terdengar, waw benar-benar indah, gelap dan inilah kehidupan yang sebenarnya didalam goa. Apa kabar binatang yang hidup di dalam goa?

masuk gua

522953_4029404942935_1119037671_n

Setelah 2 jam menyusuri goa jalan yang dilalui mulai aneh, berbelok-belok kita harus jongkok hingga tiarap ini baru yang namanya caving pikirku. Dan ternyata kami sudah  tidak berbentuk rombongan lagi sudah menjadi kelompok kecil ya semua tersendat di berbagai jalan goa yang susah untuk dilewati. Oke mulai panik, apalagi yang kita injak bukan lagi tanah melainkan lumpur dengan susah payah kami keluar dari goa dengan kondisi jalan yang menanjak dan berlumpur, saya sendiri sudah tidak memikirkan kamera yang terkena lumpur. aah dan tak lama kemudian kami meihat sinar dari kejauhan tapi kok di atas yaa, dan ini dia…… kita harus merayap keatas dengan kemiringan  kurang lebih 50derajat. Yaa kami mulai satu-satu naik ke atas dan kalau yang di atas jatoh bakalan jatuh semua, dan saya mulai kebingungan haru megang kamera dan pegangan ke batu, muka sudah mulai kena lumpur yang jatoh dari atas, dan saya sadar ini yang paling beraat dengan lubang yaa kira-kira berdiameter 60 cm dan banyak batu tajam dipinggirnya akhirnya bisa keluar jugaa huh. Sesampainya si mulut goa kita saling tertawa dan ga menyangka akan seperti itu tetapi pihak pengelola malah bilang

“ kenapa mas? Udah kerasa ya? Ini belum apa-apa di banding besok, besok lebih edan”. Hehe­­

IMG_2377

IMG_2375

8067_3334477316348_1648835448_n

 

 

BagusPrasetyoS // @tyosukmaa