Rambut Gembel

Terletak di wonosobo dieng terkenal dengan rambut gimbal alaminya yang ada di masyarakat setempat lebih tepatnya di anak-anak, tetapi tidak semua anak-anak di dieng berambut gimbal, hanya beberapa yang berambut gimbal dan ini bukan factor keturunan. Di masyarakat sekitar rambut ini lebih di kenal dengan rambut gembel. Di sebut gembel karena jenis rambut ini menyerupai gelandangan yang tidak pernah mencuci rambut. Secara medis penyebab rambut gembel belum di ketahuii pasti, namun biasanya rambut gembel muncul di sertai panas demam yang tinggi, disertai mengigau saat tidur. Gejala ini tidak bisa di obati sampai akhirnya akan normal dengan sendirinya dan rambut akan kusut dan menyatu. Dan ada acara adat setempat yang memotong rambut gembel sang anak yang lebih di kenal dengan “DIENG CULTURE FESTIVAL”.

Dengan menempuh perjalanan 9 jam menggunakan bus besar dan 30 menit menggunakan bus kecil saya tiba di depan candi arjuna, ketika sampai udara sangat dingin dan saat melihat thermometer di warung sekitar candi saya kaget ternyata suhunya mencapai 3 derajat, dan saat saya mulai kebingungan ada bapak-bapak mengajak saya untuk melihat salju di dekat candi, mungkin ini bukan salju seperti di eropa, ini lebih seperti bunga es. Sembari menunggu teman dari jogja dan Jakarta saya mengangatkan diri di warung, pemilik warung sangat baik menyediakan tungku penghangat dan kentang dieng gratis. Kentang dieng tak kalah enak dari kentang impor. Ada dua pilihan menurut saya jika menetap di dieng, kalau tidak pipi memerah ya berarti kulit muka dan bibir pecah-pecah ya suhu di sini sangat ekstreme jam 9 siang suhu 7 derajat jam 12 suhu 13 derajat dan malam bisa 5 derajat. Butuh tenaga dan jaket yang super tebal. Oh iya saya di dieng tidak mandi selama 3 hari haha dan jika kita buang air kecil akan keluar asap karena sangat jauh perbedaan suhu di dalam dan diluar tubuh.

candi arjuna

candi arjuna

"candi arjuna"

“candi arjuna”

kacang babi . di kasih sama petani setempat dan menyuruh saya untuk memakannya mentah-mentah dan rasanya pahit.hehe

kacang babi . di kasih sama petani setempat dan menyuruh saya untuk memakannya mentah-mentah dan rasanya pahit.hehe

" GPS ( gunakan penduduk setempat) "

” GPS ( gunakan penduduk setempat) “

"tebar senyum kedamaian"

“tebar senyum kedamaian”

Berjalan-jalan mengelilingi pemukiman dan berinteraksi dengan warga lokal tentang pembuatan makanan khas “carica”. Semabi melihat-lihat aktifitas sehari-hari masyarakat setempat.

"buah carica yang di olah untuk di jadikan manisan carica ."

“buah carica yang di olah untuk di jadikan manisan carica .”

"manisan carica. kuat hingga 1 tahun asal tidak di buka dan airnya tidak keruh"

“manisan carica. kuat hingga 1 tahun asal tidak di buka dan airnya tidak keruh”

.

Telaga tiga warna, jarak telaga dari candi sekitar 2 km. dan tepat di bagian atas terdapat ruangan yang menampilkan tayangan sejarah dieng dan budayanya.

 IMG_4081

"Telaga tiga warna"

“Telaga tiga warna”

Jalan santai sebagai pembuka acara Dieng Culture Festival dengan meminum minuman khas dieng yaitu “purwaceng” panitia menyediakan 4000 gelas purwaceng.

" para peserta jalan santai "

” para peserta jalan santai “

"minuman stamina khas dieng"

“minuman stamina khas dieng”

Pementasan wayang dan acara music tradisional di buka dengan kembang api oleh bupati wonosobo.

" pagelaran tari traditional"

” pagelaran tari traditional”

"kembang api sebagai simbol di bukanya dieng culture fest"

“kembang api sebagai simbol di bukanya dieng culture fest”

Di hari utama festifal ada 4 anak yang akan di potong rambut gembelnya, dan masing-masing anak di berikan permintaan yang harus di kabulkan oleh pihak keluarga entah itu mahal dan murah harus sudah di persiapkan ketika acara pemotongan berlangsung. Dari 4 anak tersebut masing-masing meminta 1 buah sepeda, dan minuman milkuat. Ya mungkin agak sedikit unik tapi itulah permintaan anak gembel tidak selalu mahal dan mewah.

IMG_4446

IMG_4448

IMG_4657