Dayak Losarang

Sebuah komunitas yang menamakan dirinya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu. Orang luar sering juga menyebutnya dengan istilah “Dayak Losarang”, atau “Dayak Indramayu”. Komunitas ini tepatnya bermukim di Kampung Segandu. Desa Krimun, Kecamatan Losarang. Kabupaten Indramayu. Pimpinan komunitas ini bernama pak tahkmad.

saya di ajak masuk sebuah ruangan yang biasanya ruangan tersebut di jadikan tempat upacara rutin tiap tahun, dan ini kehormatan buat saya di ijinkan masuk untuk melihat-lihat dan sedikit diceritakan tentang ruangan ini. ya seperi ruangan adat yang lainnya ruangan ini terdapat ukiran-ukiran dan lukisan-lukisan.Menceritakan juga tentang sejarah bumi segandu ini. tak lama kemudian datanglah istri takhmad dari yang membawa makan siang, ya jangan heranr mereka tidak memakan daging jadi menu makan siang kita hanya tempe goreng dan sayur asem. Dan mereka makan satu piring bersama anjing peliharaan mereka, dan sesekali pak menyuapi anjing putihnya itu. Agak jiji saya pikir tapi untuk menghormati sayapun mengambil satu buat tempe dan memakannya dan beralasan kalau tadi sudah makan.

Image

dayak losarang bersama seorang penari topeng indramayu.

Asal Usul Nama Suku Dayak Bumi Segandu

Komunitas ini menamakan dirinya dengan sebutan “Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu”.Kata “Suku” artinya kaki, yang mengandung makna bahwa setiap manusia berjalan dan berdiri di atas kakiKata “Dayak” berasal dari kata “ayak” datau “ngayak” yang artinya memilih atau nyaring.Kata “Hindu” artinya kandungan atau rahim. Filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dari kandungan sang Ibu (perempuan).
Sedangkan kata “Budha”, asal dari kata “wuda”, yang artinya telanjang. Makna filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang.
Selanjutnya adalah kata “Bumi Segandu Indramayu”. “Bumi mengandung makna wujud, sedangkan “Segandu” bermakna sekujur badan. Gabungan kedua kata ini, yakni “Bumi Segandu” mengandung makna filosofi sebagai kekuatan hidup.
Adapun “Indramayu”, mengandung pengertian “In” maknanya adalah “inti”, “Darma” artinya orang tua, dan kata “ayu” maknanya perempuan.
Makna filosofinya adalah bahwa ibu (perempuan) merupakan sumber hidup, karena dari rahimnyalah kita semua dilahirkan.
Jadi penyebutan kata “suku” pada komunitas ini bukan dalam konteks terminology suku bangsa (etnik) dalam pengertian antropologis, melainkan penyebutan istilah yang diambil dari makna kata-kata dalam bahasa daerah (jawa).

Image

anak laki-laki dayak losarang dayak losarang

Demikian juga dengan kata “Dayak”, bukan dalam pengertian sukubangsa (etnik) Dayak yang berada di daerah Kalimantan, kendati pun dari sisi performan ada kesamaan, yakni mereka (kaum laki-laki) sama-sama tidak mengenakan baju. Serta mengenakan asesoris berupa kalung dan gelang (tangan dan kaki).

Image
dayak losarang dan anjing

Image
*hanya kaum laki-laki saja yang memakai pakaian seperti ini kaum wanita memakai pakaian normal.

Dayak Losarang, Indramayu – Indonesia