Tips memilih teman perjalanan

” pergi sama kamu,dia atau mereka ya?”

 

IMG_6909

Untuk memilih teman perjalanan tidak boleh asal memilih karena teman perjalanan
menentukan mood kita. Walau ada orang yang dengan gampang klop dengan
berbagai orang, karena sifat, karakter dan watak orang berbeda-beda
Untuk memilih partner trip susah-susah gampang sebenernya.

untuk memilih teman sebaiknya melihat dari :

1. Mempunyai visi yang sama
Yang terpenting adalah mempunyai visi yang sama, atau
tujuan yang sama. Mau ke pantai, ke museum atau kota atau mungkin
hanya wisata kuliner saja, ini menentukan untuk mempermudah
menyusun intenary perjalanan kita.

2. Sudah mengetauhi sifatnya
teman dekat atau orang yang kita sudah tau sedikit watak, sifatnya
asik atau membosankan,atau yang sudah klop. Terkadang di perjalanan watak
aslinya muncul dan kita bisa mengetahui lebih jauh mengenal dia, lebih manja,
pemalas ataupun bijak.

3.Fleksibel

seringkali kalau lagi traveling keadannya tidak seperti yang di inginkan.
jauh dari intenary yang sudah kita buat. mulai dari jadwal bus yang ngaret,
tidak adanya kapal yang berlayar, ketinggalan kereta. semua bisa kita alami,
nah disini kita dan teman perjalanan kita harus bersifat fleksibel harus mengontrol
mood kita, jangan sampai merusak mood dan malah memilih untuk baliklagi ke kota
asal. kalau memang tujuan utama tidak bisa di kunjungi, pilih saja yang paling kita
prioritaskan.

4. Manja??
“kok tempat duduknya sempit sih?”
“kok mobilnya bau sih?”
“capek berdiri terus”
“Gamau jalan capek”
“aduh bawaan aku banyak banget,bawain dong”
“belanjaan ga bisa masuk carrier,gimana dong?”
“ah wcnya kotor, gamau gamau.”

kalau punya temen perjalanan manja dan ngeluh terus pasti capek dan membuat mood kita turun,
apalagi masalah yang dibuat karna dia sendiri dan menjadi masalah bersama, seperti dia ga mau
buang air besar di toilet yang jongkok. travelling ini memaksa kita untuk keluar dari zona
nyaman hidup kita.jangan menuntut dan menganggap seperti keadaan yang kita biasa rasakan sehari-hari.

5. Jago motret

ini sebenarnya wajib ga wajib sih hehe, punya temen trip yang jago moto enak banget karna pasti
banyak foto-foto kita selama liburan yang tidak standar dari anglenya ataupun hasilnya. pasti wow,
karna seringkali moment yang terjadi tidak bisa di ulang lagi.

 6. Menyesuaikan teman dengan tujuan*

kita harus pandai menyesuaikan teman perjalanan dengan tujuan, jikalau tujuan kita harus tracking

jauh dan lama kita bisa memilih teman yang suka dan kuat jalan, tujuan pantai tentunya kita memilih

teman yang menyukai pantai, berenang ataupun snorkling hingga diving. tujuan kita gunung dan akan

camping kita juga bisa memilih teman yang sudah punya pengalaman dan bisa suvive di alam. Jika kita

tidak menyesuaikan bisa-bisa kita akan mendapatkan perjalanan yang tidak menyenangkan tetapi balik

lagi pada individual masing-masing. karna perjalanan bersifat individual dan berbeda cerita.

 

kriteria di atas tidak menentukan tidak adanya konflik yang terjadi, masih bisa ada konflik yang terjadi.
karna traveliing merupakan proses pembelajaran diri juga, lebih mengenal diri sendiri dan sekitar.
dan ketika anda berselisih dengan partner trip anda sebaiknya menjauh dulu untuk beberapa saat.
ada saatnya emosi turun dan rasa “rindu” ada. minta maaf, saling toleransi dan melanjutkan perjalanan!

 

Bagusprasetyo // @tyosukmaa